THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Minggu, 27 November 2011

Teori Kepemimpinan

KEPEMIMPINAN



BAB 1. PENDAHULUAN
Secara umum, Pemimpin dalam sebuah kelompok/organisasi adalah seseorang yang bertanggung jawab dalam menggerakkan aktivitas dan motivasi anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Pemimpin bertanggung jawab atas aktivitas staffing, traning dan aktivitas lain (Mintzberg). Headship diberlakukan terhadap kelompok, sedangkan Leadership disetujui oleh anggota kelompok. Adapun beberapa karakteristik seorang pemimpin menurut Hersey dan Blanchard 1998 yaitu
 Management of Attention
(kemampuan mengkomunikasikan tujuan atau arah yg dpt menarik perhatian anggota)
 Management of Meaning
(kemampuan menciptakan dan mengkomunikasikan makna tujuan secara jelas)
 Management of Trust
(kemampuan untuk dipercaya dan konsisten)
 Management of Self
(kemampuan mengendalikan diri dalam batas kekuatan dan kelemahan).
Tetapi, untuk menjadi seorang pemimpin, tidak hanya memerlukan karakteristiknya saja, seorang pemimpin harus tahu teori-teori pemimpin beserta tipe berkepemimpinan seperti apa, maka dari itu, penulis akan mengambil tema “teori dan tipe kepemimpinan”.
1.2 Rumusan masalah
Seperti yang telah diuraikan di atas, untuk menjadi seorang pemimpin tidak hany diperlukan karakteristik saja, tetapi di perlukan juga pemahaman dan pengetahuan teori untuk kepemimpinan. Karena pentingnya teori ini, maka yang menjadi permasalahan dalam penulisan ini adalah apa saja dan bagaimana teori dan tipe kepemimpinan yang benar.

1.3 Batasan Masalah

Sebagaimana kita ketahui, banyak sekali pengamat-pengamat ilmu kepemimpinan yang memberikan penjabaran tentang definisi, teori, dan tipe kepemimpinan. Tetapi sebenarnya mempunyai inti dan tujuan yang sama. Maka dari itu, penulis akan merangkum semua pendapat para pakar, tidak menjabarkannya satu persatu dari masing-masing pakar.

1.4 Tujuan Penulisan

Yang menjadi tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui apa saja teori dan tipe kepemimpinan yang menjadi pokok bahasan. Ini berguna untuk anda yang ingin menjadi atau telah di percaya untuk menjadi seorang pemimpin.

1.5 Metodologi Penelitian
Dalam menyusun penulisan ini, penulis memperoleh data-data yang diperlukan dengan menggunakan Studi Pustaka (Library Study) Yaitu dengan mempelajari teori teori yang relevan dari berbagai bahan acuan pembahasan yang berhubungan dengan kepemimpinan.

1.6 Sistematika penulisan
Dalam menyusun penulisan ilmiah ini, penulis menyusunnya secara sistematis ke dalam empat bab, yaitu :

BAB I Pendahuluan
Dalam bab ini berisi mengenai latar belakang masalah, pokok permasalahan, batasan masalah, tujuan penulisan, metodologi penulisan dan sistematika penulisan.

BAB II Landasan Teori
Dalam bab ini berisi mengenai tipe-tipe kepemimpinan.

BAB III Pembahasan
Dalam bab ini berisi mengenai pembahasan teori-teori kepemimpinan.

BAB I V Penutup
Dalam bab ini dikemukakan kesimpulan dari hasil penjabaran bab terdahulu disertai saran-saran.



BAB II. LANDASAN TEORI

2.1 Tipe-Tipe kepemimpinan

2.1.1. Tipe Kepemimpinan Kharismatis

Tipe kepemimpinan karismatis memiliki kekuatan energi, daya tarik dan pembawaan yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pengawal-pengawal yang bisa dipercaya. Kepemimpinan kharismatik dianggap memiliki kekuatan ghaib (supernatural power) dan kemampuan-kemampuan yang superhuman, yang diperolehnya sebagai karunia Yang Maha Kuasa. Kepemimpinan yang kharismatik memiliki inspirasi, keberanian, dan berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. Totalitas kepemimpinan kharismatik memancarkan pengaruh dan daya tarik yang amat besar.

2.1.2. Tipe Kepemimpinan Paternalistis/Maternalistik

Kepemimpinan paternalistik lebih diidentikkan dengan kepemimpinan yang kebapakan dengan sifat-sifat sebagai berikut: (1) mereka menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak/belum dewasa, atau anak sendiri yang perlu dikembangkan, (2) mereka bersikap terlalu melindungi, (3) mereka jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan sendiri, (4) mereka hampir tidak pernah memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif, (5) mereka memberikan atau hampir tidak pernah memberikan kesempatan pada pengikut atau bawahan untuk mengembangkan imajinasi dan daya kreativitas mereka sendiri, (6) selalu bersikap maha tahu dan maha benar.

Sedangkan tipe kepemimpinan maternalistik tidak jauh beda dengan tipe kepemimpinan paternalistik, yang membedakan adalah dalam kepemimpinan maternalistik terdapat sikap over-protective atau terlalu melindungi yang sangat menonjol disertai kasih sayang yang berlebih lebihan.

2.1.3. Tipe Kepemimpinan Militeristik

Tipe kepemimpinan militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter. Adapun sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik adalah: (1) lebih banyak menggunakan sistem perintah/komando, keras dan sangat otoriter, kaku dan seringkali kurang bijaksana, (2) menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan, (3) sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran yang berlebihan, (4) menuntut adanya disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya, (5) tidak menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritikan-kritikan dari bawahannya, (6) komunikasi hanya berlangsung searah.

2.1.4. Tipe Kepemimpinan Otokratis (Outhoritative, Dominator)

Kepemimpinan otokratis memiliki ciri-ciri antara lain: (1) mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus dipatuhi, (2) pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal, (3) berambisi untuk merajai situasi, (4) setiap perintah dan kebijakan selalu ditetapkan sendiri, (5) bawahan tidak pernah diberi informasi yang mendetail tentang rencana dan tindakan yang akan dilakukan, (6) semua pujian dan kritik terhadap segenap anak buah diberikan atas pertimbangan pribadi, (7) adanya sikap eksklusivisme, (8) selalu ingin berkuasa secara absolut, (9) sikap dan prinsipnya sangat konservatif, kuno, ketat dan kaku, (10) pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahan apabila mereka patuh.

2.1.5. Tipe Kepemimpinan Laissez Faire

Pada tipe kepemimpinan ini praktis pemimpin tidak memimpin, dia membiarkan kelompoknya dan setiap orang berbuat semaunya sendiri. Pemimpin tidak berpartisipasi sedikit pun dalam kegiatan kelompoknya. Semua pekerjaan dan tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya sendiri. Pemimpin hanya berfungsi sebagai simbol, tidak memiliki keterampilan teknis, tidak mempunyai wibawa, tidak bisa mengontrol anak buah, tidak mampu melaksanakan koordinasi kerja, tidak mampu menciptakan suasana kerja yang kooperatif. Kedudukan sebagai pemimpin biasanya diperoleh dengan cara penyogokan, suapan atau karena sistem nepotisme. Oleh karena itu organisasi yang dipimpinnya biasanya morat marit dan kacau balau.

2.1.6. Tipe Kepemimpinan Populistis

Kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisonal, tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme.

2.1.7. Tipe Kepemimpinan Administratif/Eksekutif

Kepemimpinan tipe administratif ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpinnya biasanya terdiri dari teknokrat-teknokrat dan administratur-administratur yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. Oleh karena itu dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien dalam pemerintahan. Pada tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan teknis yaitu teknologi, indutri, manajemen modern dan perkembangan sosial ditengah masyarakat.

2.1.8. Tipe Kepemimpinan Demokratis

Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan pada semua bawahan, dengan penekanan pada rasa tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan kerjasama yang baik. kekuatan kepemimpinan demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok.

Kepemimpinan demokratis menghargai potensi setiap individu, mau mendengarkan nasehat dan sugesti bawahan. Bersedia mengakui keahlian para spesialis dengan bidangnya masing-masing. Mampu memanfaatkan kapasitas setiap anggota seefektif mungkin pada saat-saat dan kondisi yang tepat.
Refleksi dari Tipe Kepemimpinan tsb:

Pada dasarnya Tipe kepemimpinan ini bukan suatu hal yang mutlak untuk diterapkan, karena pada dasarnya semua jenis gaya kepemimpinan itu memiliki keunggulan masing-masing. Pada situasi atau keadaan tertentu dibutuhkan gaya kepemimpinan yang otoriter, walaupun pada umumnya gaya kepemimpinan yang demokratis lebih bermanfaat. Oleh karena itu dalam aplikasinya, tinggal bagaimana kita menyesuaikan gaya kepemimpinan yang akan diterapkan dalam keluarga, organisasi/perusahan sesuai dengan situasi dan kondisi yang menuntut diterapkannnya gaya kepemimpinan tertentu untuk mendapatkan manfaat.


BAB III. PEMBAHASAN

Berikut adalah beberapa Teori dari studi kepemimpinan:

3.1 Teori GREAT MAN
• Kepemimpinan merupakan bakat atau bawaan sejak seseorang lahir .
• Bennis & Nanus (1990) menjelaskan bhw teori ini berasumsi pemimpin dilahirkan bukan diciptakan.
• Kekuasaan berada pd sejumlah org tertentu, yang melalui proses pewarisan memiliki kemampuan memimpin atau karena keberuntungan memiliki bakat untuk menempati posisi sebagai pemimpin.
• “Asal Raja Menjadi Raja”.

3.2 Teori BIG BANG
• Suatu peristiwa besar menciptakan seseorang menjadi pemimpin .
• Mengintegrasikan antara situasi dan pengikut .
• Situasi merupakan peristiwa besar seperti revolusi, kekacauan/kerusuhan, pemberontakan, reformasi dll.
• Pengikut adalah orang yang menokohkan seseorang dan bersedia patuh dan taat.

3.3 Teori Sifat (trait theories)
• Seseorang dapat menjadi pemimpin apabila memiliki sifat yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin.
• Titik tolak teori : keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat kepribadian baik secara fisik maupun psikologis.
• Keefektifan pemimpin ditentukan oleh sifat, perangai atau ciri kepribadian yang bukan saja bersumber dari bakat, tapi dari pengalaman dan hasil belajar.

3.4 Teori Perilaku (Behavior Theories)
• Keberhasilan seorang pemimpin sangat tergantung pada perilakunya dalam melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan .
• Gaya atau perilaku kepemimpinan tampak dari cara melakukan pengambilan keputusan, cara memerintah (instruksi), cara memberikan tugas, cara berkomunikasi, cara mendorong semangat bawahan, cara membimbing dan mengarahkan, cara menegakkan disiplin, cara memimpin rapat, cara menegur dan memberikan sanksi.

3.5 Teori Kontingensi atau situasional
• Resistensi atas teori kepemimpinan sebelumnya yang memberlakukan asas-asas umum untuk semua situasi .
• Teori ini berpendapat bahwa tidak ada satu jalan (kepemimpinan) terbaik untuk mengelola dan mengurus satu organisasi.

BAB IV. PENUTUP

Setelah kita melihat beberapa pembahasan tipe dan teori, ternyata dapat dilihat betapa besarnya tanggung jawab seorang pemimpin. Tetapi, sosok seorang pemimpin sangat diperlukan untuk memajukan suatu kelompok besar ataupun kecil, bahkan Negara. Dapat disimpulkan beberapa karakter kunci utamaseorang pemimpin:
1. Percaya diri sendiri: kemampuan mengambil keputusan & berpendapat.
2. Visi : masa depan, tidak puas dengan status quo
3. Kemampuan berkomunikasi : menjelaskan visi.
4. Keyakinan kuat terhadap visi : menetapati komitmen, resiko besar.
5. Perilaku yang diluar kebiasaan : sukses > kekaguman bawahan.
6. Sensitivitas tinggi terhadap lingkungan.

0 komentar: